Skip Over Navigation Links

Objek Wisata; Menjaga tetap alami atau dikemas seperti Bali dan Thailand?

by Gunawan Diterbitkan tanggal 17 Juni 2015

Objek Wisata; Menjaga tetap alami atau dikemas seperti Bali? pertanyaan ini terkadang menggangguku saat mau tidur. Ini mau dibawa kemana pantai ini sebenarnya. Ketika bermain dipantai, saking alaminya nih terkadang saya bosan. Apakah cuma saya sendiri yang bosan nih? Ini kota pariwisata, kok gak hidup ya.

Ketika saya bandingkan dengan Bali, memang pantainya tidak sebagus Belitung. Namun kenapa turisnya banyak sekali ya? Semua penduduk banyak ambil peluang dari sini, dari mulai menawarkan aksesoris sampai paket-paket wisata. Ketika saya berkunjung ke Bali, emang terasa menyenangkan, tidak ada rasanya bosan. Namun ada satu point yang mungkin bisa jadi masukan atau ancaman bagi kita.

Dari mana dulu nih? oke dari masukan, ini para bule-bule senang sekali namanya minuman beralkohol, dari bir, vodka, whisky dan minuman berkelas lainnya. Selain itu mereka juga senang dengan kehidupan malam. Sehingga saya berkesimpulan, wisata pantai ini emang akan hidup ketika ada dua ini: kehidupan malam dan minuman beralkohol. Hal ini tentu tidak masalah di Bali karena mayoritas penduduk beragama Hindu. Lagi pula emang pengemasan kota Bali ini sungguh luar biasa

Terus ancamannya nih, kita ini masyarakat muslim, kalau kita terapkan dua point tadi, bukan tidak mungkin Belitung ini akan menjadi kota yang tidak beragama. Emang turis akan banyak datang berkunjung. Namun pertanyaannya adalah adakah sisi lain yang para bule senang di kehidupan pantai?

kalau dilihat dari Thailand, hampir semua wisata di kaitkan dengan budaya dan agama Budha, misal seperti Grand Palace, wisata kuil-kuil Budha ini banyak sekali di Thailand. Selain itu, wisata malamnya juga lebih ekstrim dari Bali, mulai dari para ladyboy sebagai tontonan, sampai para-para gay.

Nah apakah kita akan meniru wisata di kedua wilayah ini? mari pikirkan kembali

Educating, Empowering, and Protecting

Social Media Links